Warga di Bojonegoro Berbondong-bondong Serbu Gerakan Pangan Murah

Advertisement

JATIM MEMANGGIL Warga di Kabupaten Bojonegoro menyerbu harga murah di halaman Bakorwil Bojonegoro. Warga yang berbondong-bondong itu menyerbu beras Stabillisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkab Bojonegoro.

Tampak para warga mendatangi kegiatan tersebut, sejak pagi hari, bahkan sebelum kegiatan GPM dimulai. Mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan beras SPHP seharga Rp51.000 dalam kemasan 5 kilogram.

Tak hanya itu, dalam kegiatan itu juga terdapat sejumlah komoditas seperti, minyak goreng, gula, dan produk pangan lainnya.

GPM ini melibatkan beberapa mitra DKPP, meliputi Bulog, Dinas Peternakan, hingga pengusaha beras kemasan 44S, Swalayan Superindo, KDS, dan Bravo, yang menjual bahan makanan lainnya, serta UMKM binaan yang menjual produk makanan ringan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengungkapkan, ini merupakan program dari DKPP. Pada 2024 ini, akan dilaksanakan sebanyak 15 kali di sejumlah titik di Kabupaten Bojonegoro.

“Ini yang kedua. Yang pertama, sudah kami laksanakan di Kecamatan Purwosari,” ungkap Helmy.

Helmy menjelaskan, dari 15 kali kegiatan GPM ini, terkhusus pada menjelang bulan Ramadhan dan saat puasa ramadhan akan ditambah volumenya.

Helmy menyebut, dalam kegiatan ini, Bulog sanggup menyediakan 2 ton beras SPHP. Dalam pembeliannya masyarakat hanya dibatasi membeli satu pack saja setiap kemasan 5kg. Ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat yang bisa memperoleh beras murah Bulog seharga Rp10.200 per kilogram.

“Tapi animonya masyarakat ya seperti ini karena memang harga beras sedang tinggi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button