<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>Jatim Memanggil</title>
                <atom:link href="https://jatim.memanggil.co/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jatim.memanggil.co/</link>
                <description>Lokal untuk Jawa Timur</description>
                <lastBuildDate>Fri, 28 Aug 2026 22:07:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://jatim.memanggil.co/</generator>
                <image>
                    <url>https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>Jatim Memanggil</title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,649 gram Sabu]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3942-operasi-tumpas-narkoba-polresta-tuban-sita-53649-gram-sabu</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3942-operasi-tumpas-narkoba-polresta-tuban-sita-53649-gram-sabu</guid>
                    <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 22:07:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - berhasil menyita 53,649 gram Narkoba jenis sabu-sabu dalam Operasi Tumpas Narkoba 2026 yang  dilaksanakan selama 12 hari terhitung mulai 12 ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jatim.memanggil.co"><strong>JATIM MEMANGGIL</strong></a> - berhasil menyita 53,649 gram Narkoba jenis sabu-sabu dalam Operasi Tumpas Narkoba 2026 yang&nbsp; dilaksanakan selama 12 hari terhitung mulai 12 hingga 23 Agustus 2026.</p>
<p>Wakapolresta Tuban Kompol Supiyan dalam rilis resminya, Jum'at (28/8/2026) menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen Polresta Tuban dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Tuban.</p>
<p>Dari target tiga kasus, Polresta Tuban berhasil mengungkap empat kasus, terdiri dari tiga Target Operasi dan satu Non-TO menunjukkan komitmen yang serius dalam melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika.</p>
<p>"Ini barang bukti semuanya jenis sabu-sabu" ungkap Kompol Supiyan.</p>
<p>Kompol Supiyan mengungkapkan, Kasus pertama terungkap pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Petugas menangkap YE yang masuk dalam Target Operasi, di sebuah rumah kontrakan di Desa Dawung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban.</p>
<p>Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan 25 poket narkotika jenis sabu dengan berat 29,19 gram. Selain itu, petugas turut menyita sejumlah barang bukti pendukung, di antaranya timbangan elektronik, plastik klip, telepon seluler, sedotan, tisu dan wadah penyimpanan.</p>
<p>Atas dugaan menawarkan untukndijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan &nbsp;narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram, YE dijerat 114 ayat (2) UU Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.</p>
<p>Kasus kedua juga diungkap pada Rabu (12/8/2026). Petugas menangkap WR di rumahnya di Desa Purworejo Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Perkara tersebut merupakan kasus Non-TO.</p>
<p>Dalam penangkapan itu, polisi menemukan satu poket sabu dengan berat 0,02 gram, seperangkat alat hisap, korek api, serta satu unit telepon seluler. Terduga pelaku diproses terkait dugaan penyalahgunaan narkotika untuk digunakan sendiri.</p>
<p>WR dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena diduga menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri, dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun, penerapan pasal tersebut tetap bergantung pada hasil penyidikan dan assesment dengan hasil Tim dilakukan Rehabilitasi.</p>
<p>Pengungkapan berikutnya dilakukan pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di tepi Jalan Pantura Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.</p>
<p>Petugas mengamankan SY yang merupakan Target Operasi. Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita tiga poket sabu dengan berat keseluruhan 19,88 gram.</p>
<p>Selain sabu, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti lain, antara lain satu unit mobil Honda Jazz, uang tunai yang diduga hasil penjualan sebesar Rp600 ribu, telepon seluler, plastik klip, alat hisap, tas kecil, serta peralatan lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.</p>
<p>Atas dugaan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantaradalam jual beli atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram, SY dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.</p>
<p>Sementara itu, kasus keempat diungkap pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Petugas menangkap PAR yang juga masuk dalam Target Operasi, di dalam kamar rumahnya di Desa Wolutengah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.</p>
<p>Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan lima poket sabu dengan berat 4,559 gram, satu kotak plastik bekas bungkus permen, tisu, potongan plastik serta satu unit telepon seluler.</p>
<p>PAR dijerat Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.</p>
<p>Ditempat yang sama, Kasat Resnarkoba Polresta Tuban AKP Harjo menambahkan sejumlah tersangka yang masuk dalam daftar target operasi (TO) sebenarnya telah lama menjadi perhatian petugas. Namun, polisi tidak serta-merta melakukan penindakan, melainkan terlebih dahulu melakukan pemantauan terhadap pergerakan para tersangka.</p>
<p>&ldquo;Kita simpan dulu dalam artian bukan kita pelihara, tetapi kita monitor pergerakannya. Saat ada Operasi Tumpas, kita laksanakan pengungkapan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, tiga tersangka yang menjadi target operasi diketahui memperoleh narkotika dari wilayah Surabaya. Sementara itu, terdapat satu tersangka non-target operasi yang berdasarkan hasil pemeriksaan awal diduga merupakan pengguna dengan barang bukti kurang dari satu gram.</p>
<p>Terhadap tersangka tersebut, penyidik mempertimbangkan langkah rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku. Pertimbangan itu didasarkan pada jumlah barang bukti yang sangat kecil serta hasil pemeriksaan yang menunjukkan tersangka merupakan pengguna/penyalahguna sesuai pasal 54 UU no. 35 th 2009 Penyalah guna dan korban Penyalahguna wajib di rehabilitasi</p>
<p>&ldquo;Sesuai SEMA barang buktinya kurang dari satu gram, sekitar 0,02 gram. Dia pengguna bukan pengedar serta tidak terlibat jaringan sehingga wajib direhabilitasi karena mereka korban,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Polisi juga mengungkap bahwa pola transaksi narkotika saat ini semakin beragam. Transaksi tidak selalu dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli, sehingga membutuhkan kewaspadaan masyarakat untuk membantu mengantisipasi munculnya modus-modus baru.</p>
<p>AKP Harjo mengajak seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba. Menurutnya, pemberantasan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari upaya menyelamatkan generasi bangsa.</p>
<p>&ldquo;Untuk mengantisipasi pola-pola baru, kita perlu kerja sama seluruh elemen masyarakat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya narkoba, tetapi kita sebagai anak bangsa harus sama-sama menjaga,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia juga meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar, termasuk adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.</p>
<p>Masyarakat dapat melaporkan informasi tersebut kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Dengan adanya partisipasi masyarakat, diharapkan berbagai modus baru dalam peredaran narkoba dapat lebih cepat terdeteksi.</p>
<p>Sementara terkait sasaran peredaran, para tersangka disebut menyasar kalangan terbatas, terutama orang-orang yang telah mereka kenal dalam lingkungan pergaulan. Polisi masih terus mendalami jaringan tersebut, termasuk asal-usul barang dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.</p>
<p>Dari hasil pengungkapan, polisi menemukan adanya transaksi narkotika dengan nominal yang bervariasi. Sementara untuk nilai kerugian yang dapat diselamatkan, jika dihitung berdasarkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, nilainya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (awb)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/1001121372.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Rilis hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 Polresta Tuban]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Akhmad Arief Wibowo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[BAZNAS RI Hadirkan Layanan Konsumsi hingga Beasiswa di Muktamar NU ke-35 Jombang]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3941-baznas-ri-hadirkan-layanan-konsumsi-hingga-beasiswa-di-muktamar-nu-ke-35-jombang</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3941-baznas-ri-hadirkan-layanan-konsumsi-hingga-beasiswa-di-muktamar-nu-ke-35-jombang</guid>
                    <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 11:36:12 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia turut menyemarakkan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIM MEMANGGIL - </strong>Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia turut menyemarakkan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. BAZNAS menghadirkan berbagai layanan publik, mulai dari konsumsi, kesehatan, pengelolaan sampah, hingga peluncuran Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran BAZNAS merupakan sinergi bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang dalam memberikan pelayanan bagi peserta Muktamar dan masyarakat sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid mengatakan, kehadiran BAZNAS dalam Muktamar ke-35 NU merupakan bagian dari kontribusi BAZNAS dalam memberikan pelayanan sekaligus memperluas manfaat zakat kepada masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Sebagai lembaga negara, BAZNAS terbuka untuk bersinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam Muktamar NU ini, kami hadir dengan berbagai layanan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta dan masyarakat," kata Sodik saat ditemui di sela-sela rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam layanan konsumsi, BAZNAS menyediakan 15.000 paket ZChicken melalui Program Bank Makanan di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Penyediaan konsumsi tersebut sekaligus melibatkan mustahik penerima manfaat Program ZChicken dalam proses produksi dan distribusinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kami ingin mustahik tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengambil bagian. Karena itu, penyediaan ZChicken dalam kegiatan ini melibatkan mustahik binaan BAZNAS, mulai dari produksi hingga distribusi," ujar Sodik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang kesehatan, BAZNAS melalui Rumah Sehat BAZNAS menyiapkan enam titik layanan kesehatan di depan Gerbang Makam KH Wahab Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Layanan tersebut didukung tim medis, empat ambulans, satu mobil klinik, serta 3.200 paket minyak angin aromaterapi dan vitamin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kami menyiagakan layanan kesehatan agar peserta yang membutuhkan pemeriksaan, pengobatan, maupun respons medis dapat memperoleh layanan dengan cepat. Kami juga membuka posko ngopi selama 24 jam sebagai tempat beristirahat bagi peserta di sela-sela mengikuti rangkaian Muktamar," kata Sodik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu, BAZNAS juga menghadirkan layanan pengelolaan sampah di area Muktamar yang mencakup edukasi kebersihan, pemilahan, pengumpulan, hingga pengelolaan sampah. Layanan ini melibatkan 200 relawan IPNU dan mustahik untuk mendukung pelaksanaan Muktamar yang bersih dan sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BAZNAS juga akan meluncurkan Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026 di Pondok Pesantren Alwahabiyah, Jombang. Program ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan dan pengembangan santri di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Melalui Beasiswa Santri, BAZNAS ingin memastikan para santri memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensinya. Ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS agar manfaat zakat juga hadir melalui bidang pendidikan," tutur Sodik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sodik menambahkan, dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan menghadirkan manfaat zakat secara luas.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/baznas-ri-di-muktamar-35-nu-di-jombang.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kegiatan BAZNAS RI Dukung Muktamar 35 NU di Jombang]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Elok Apriyanto]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Muktamar 35 NU di Jombang Akan Dibuka Presiden Prabowo ]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3940-muktamar-35-nu-di-jombang-akan-dibuka-presiden-prabowo</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3940-muktamar-35-nu-di-jombang-akan-dibuka-presiden-prabowo</guid>
                    <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 10:55:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang,  Jawa ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIM MEMANGGIL </strong>- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, &nbsp;Jawa Timur.&nbsp;</p>
<p>Ketua Organizing Committe Saifullah Yusuf mengatakan, Presiden Prabowo akan memberikan pidato amanat setelah pembukaan khotbah iftitah dari Rais Aam PBNU Kyai Miftachul Akhar. Beliau di jadwalkan memberikan pidato pada Kamis (27/8/2026) malam.</p>
<p>"Kita sudah mengundang Presiden secara resmi dan berkoordinasi dengan protokol Istana, mudah-mudahan sesuai harapan," jelas Gus Ipul, panggilan akrabnya, Selasa (25/08/2026).</p>
<p>Sesuai jadwal, Rabu, 26 Agustus 2026, Muktamar NU ke 35 mengagendakan registrasi peserta baik dari PWNU, PCNU dan PCINU. Registrasi dibuka dengan verifikasi QR Code pendaftaran.</p>
<p>Pada Kamis, 27 Agustus 2026 peserta juga masih bisa melakukan registrasi dan check-in dan malam hari sekitar Pukul 20.00 Wib, Muktamar NU akan resmi di buka di Lapangan Untung Suropati.</p>
<p>Esoknya pada Jumat, 28 Agustus 2026 Pukul 08.00&ndash;11.00 WIB Muktamar mengagendakan Sidang Pleno I, membahas pengesahan jadwal serta tata tertib Muktamar. Pukul 13.30&ndash;17.00 WIB dilanjutkan Sidang Pleno II, menbahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU, pandangan umum, dan jawaban atas pandangan umum.</p>
<p>Pukul 19.00&ndash;22.30 WIB, dilanjutkan Sidang Komisi. Sabtu &nbsp;29 Agustus 2026 Pukul 08.00&ndash;12.00 WIB: Lanjutan sidang 6 komisi untuk penuntasan materi. Pukul 13.30&ndash;15.00 WIB, Sidang Pleno III, pelaporan dan pengesahan hasil sidang komisi.&nbsp;</p>
<p>Pukul 15.30&ndash;17.30 WIB, Sidang Pleno IV membahas dan mengesahankan tata tertib pemilihan Rais Aam & Ketua Umum PBNU, serta tabulasi usulan anggota AHWA.</p>
<p>Malam puncak pukul 19.30&ndash;23.30 WIB, dilanjutkan Sidang Pleno V, demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021&ndash;2026 dan Pemilihan dan penetapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) serta Pemilihan Ketua Umum PBNU (2026&ndash;2031) dan penetapan formatur.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-ipul.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Ketua OC Muktamar 35 NU]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Elok Apriyanto]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category><category><![CDATA[Politik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Muktamar NU ke-35 Gunakan AI, Peserta Bisa Cari Kamar hingga Laporkan Kejadian Lewat WhatsApp]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3939-muktamar-nu-ke-35-gunakan-ai-peserta-bisa-cari-kamar-hingga-laporkan-kejadian-lewat-whatsapp</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3939-muktamar-nu-ke-35-gunakan-ai-peserta-bisa-cari-kamar-hingga-laporkan-kejadian-lewat-whatsapp</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 22:17:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu inovasi yang disiapkan panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATIM MEMANGGIL -</strong> Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu inovasi yang disiapkan panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.</span></p>
<p>Teknologi tersebut dikembangkan bukan hanya untuk kepentingan pengamanan, tetapi juga sebagai perangkat pelayanan yang memungkinkan peserta memperoleh informasi dan menyampaikan laporan secara lebih cepat.</p>
<p>Tim IT Muktamar ke-35 NU Mukorobin Ma'rufi mengatakan sistem digital yang dibangun panitia terintegrasi dengan kartu identitas peserta berbasis chip.</p>
<p>"Ini merupakan Muktamar pertama kita di abad kedua NU dan juga menjadi pertama di Muktamar kita yang menggunakan kartu identitas berbasis chip," kata Mukorobin, Selasa (25/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kartu peserta tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal, tetapi juga menjadi bagian dari sistem verifikasi ketika peserta memasuki area Muktamar.</p>
<p>Saat melewati gate, sistem scanner akan mencocokkan data kartu dengan foto pemilik yang telah tersimpan dalam basis data.</p>
<p>Langkah tersebut diterapkan untuk mencegah penggunaan kartu identitas oleh pihak yang tidak berhak sekaligus memperketat pengaturan akses di kawasan Muktamar.</p>
<p>Teknologi AI kemudian dikembangkan lebih jauh melalui layanan berbasis WhatsApp yang dapat berfungsi sebagai asisten virtual bagi peserta.</p>
<p>Peserta yang kesulitan mengetahui lokasi kamar akomodasi dapat memotret kartu identitas dan mengirimkannya melalui kanal layanan resmi panitia.</p>
<p>Sistem akan memproses data tersebut dan memberikan informasi mengenai lokasi kamar yang dibutuhkan peserta.</p>
<p>AI juga disiapkan untuk membantu menangani laporan barang hilang maupun barang temuan selama Muktamar berlangsung.</p>
<p>Peserta atau petugas cukup mengirimkan foto dan informasi mengenai barang melalui sistem sehingga laporan dapat diteruskan ke Command Center.</p>
<p>Tidak hanya persoalan administrasi dan barang, sistem tersebut juga dirancang untuk menangani laporan keadaan darurat dan berbagai insiden yang terjadi di lapangan.</p>
<p>Setiap laporan yang masuk akan diarahkan kepada personel yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.</p>
<p>"Dengan demikian hitungan menit, tidak sampai jam, kita sudah langsung ada yang menangani di lapangan," ujar Mukorobin.</p>
<p>Kecepatan penanganan laporan kemudian dipantau menggunakan mekanisme Service Level Agreement (SLA).</p>
<p>Sistem akan memberikan indikator peringatan apabila laporan tidak ditangani sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.</p>
<p>Ketika indikator peringatan muncul, petugas di Command Center dapat langsung mengetahui sektor serta penanggung jawab yang harus melakukan tindak lanjut.</p>
<p>"Ini langsung merah. Ini siapa penanggung jawabnya, kita langsung tahu," tegas Mukorobin.</p>
<p>Penerapan AI tersebut menjadi bagian dari transformasi digital dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.</p>
<p>Panitia berharap teknologi yang digunakan dapat memangkas waktu respons, mempermudah peserta memperoleh informasi serta mempercepat penanganan berbagai persoalan yang muncul selama kegiatan.</p>
<p>Selain AI, sistem pelayanan juga didukung Command Center dan jaringan kamera pengawas yang memungkinkan kondisi di sejumlah titik arena Muktamar dipantau secara real-time.</p>
<p>Dengan integrasi teknologi tersebut, panitia menargetkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berlangsung lebih responsif, tertib dan profesional sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi seluruh muktamirin.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/muktamar-nu.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Muktamar NU ke-35 Gunakan AI. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Puluhan Wartawan Demo Mapolresta Tuban, Buntut Dugaan Intimidasi]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3938-puluhan-wartawan-demo-mapolresta-tuban-buntut-dugaan-intimidasi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3938-puluhan-wartawan-demo-mapolresta-tuban-buntut-dugaan-intimidasi</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 12:17:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) menggelar aksi unjuk rasa ke Mapolreta Tuban. Aksi ini merupakan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jatim.memanggil.co"><strong>JATIM MEMANGGIL</strong></a> - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) menggelar aksi unjuk rasa ke Mapolreta Tuban. Aksi ini merupakan buntut dari dugaan intimidasi verbal melaui unggahan Whatsapp story yang dilak,ukan oknum polisi terhadap wartawan setelah pemberitaan kasus pertambangan. Senin (24/8/2026)</p>
<p>Sebelum unjuk rasa ini digelar, Kapolresta Tuban, Kombespol Jazuli Dani Irawan beseeta sejumlah pejabat utama (PJU) Polresta Tuban sempat mendatangi Balai Wartawan untuk melakukan dialog bersama seluruh anggota RPS. Namun para wartawan tetap melakukan niatnya untuk melakukan aksi unjuk rasa.</p>
<p>"Kami ingin menyuarakan pesan ini kepada seluruh masyarakat, bahwa kemerdekaan pers dilindungi oleh undang-undang. Segala bentuk tindakan kekerasan yang disebabkan terbitnya karya jurnalistik tidak dibenarkan," kata koordinator aksi, Edy Purnomo.</p>
<p>Para wartawan melakukan aksi dengan membentangkan poster dengan berbagai tulisan kecaman terhadap kekerasan terhadap wartawan. Merekaa berjalan mundur dengan mulut yang dibungkam dengan lakban sebagai bentuk sindiran terhadap aksi-aksi pembungkaman informasi dari produk jurnalistik, serta menempelkan poster-poster di depan gedung Mapolesta Tuban.</p>
<p>Ketua Ronggolawe Press Solidarity (RPS), Koirul Huda menyayangkan adanya intimidasi verbal yang dilakukan oleh oknum penegak hukum. Menurutnya pemberitaan yang dilakukan oleh anggotanya sudah sesuai dengan kaidah yang benar berdasarkan informasi dari narasumber.</p>
<p>'Apabila ada sengketa terhadap karya jurnalistik, sudah ada mekanisme untuk menyelesaikannya. Kalau wartawan yang menjalankan profesinya saja mendapat intimidasi, apalagi rakyat biasa," katanya.</p>
<p>Sementara, Kapolresta Tuban, Kombes Pol Jazuli Dani Irawan, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggotanya akan dijadikan evaluasi internal kepolisian. Dia memastikan kejadian tersebut tidak akan terulang lagi ke depannya.</p>
<p>"Kami &nbsp;dan anggota yang bersankitan memohon maaf atas kepada pihak yang merasa terintimidasi, Kami berharap sinergi kepolisian dengan insan pers tetap terjaga dan komunikasi tetap terjalin dengan baik," katanya. (awb)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/1001114774.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Para waetawan membentangkan poster di depan Mapolesta Tuban, mengecam dugaan intimidasi terhadap jurnalis]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Akhmad Arief Wibowo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Gus Rozin: Kader NU Harus Mendunia, Delapan Kader Jateng Diberangkatkan Kuliah ke Tiongkok]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3937-gus-rozin-kader-nu-harus-mendunia-delapan-kader-jateng-diberangkatkan-kuliah-ke-tiongkok</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3937-gus-rozin-kader-nu-harus-mendunia-delapan-kader-jateng-diberangkatkan-kuliah-ke-tiongkok</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 08:59:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Delapan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah akan memulai perjalanan akademik di Tiongkok setelah mendapatkan beasiswa untuk]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATIM MEMANGGIL - </strong>Delapan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah akan memulai perjalanan akademik di Tiongkok setelah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi negara tersebut.</span></p>
<p>Mereka dilepas dalam acara di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026).</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari agenda pengembangan sumber daya manusia yang didorong Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin. Melalui program tersebut, kader NU tidak hanya diarahkan untuk menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman di lingkungan internasional.</p>
<p>Gus Rozin menilai kader muda NU harus dipersiapkan menghadapi dunia yang semakin terbuka.</p>
<p>&ldquo;Kader NU harus mendunia,&rdquo; pesan Gus Rozin.</p>
<p>Pernyataan tersebut menjadi gambaran arah program pendidikan yang dikembangkan PWNU Jawa Tengah. Kaderisasi tidak hanya dilakukan melalui pendidikan di lingkungan internal NU, tetapi juga dengan memberikan kesempatan kepada kader untuk belajar di luar negeri.</p>
<p>Bagi Gus Rozin, pengembangan sumber daya manusia harus menjadi investasi jangka panjang. Kader yang memiliki kompetensi global diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan NU dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan perubahan sosial.</p>
<p>Pengiriman delapan kader ke Tiongkok juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas internasional LP Ma'arif NU Jawa Tengah.</p>
<p>Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menjelaskan, para penerima beasiswa merupakan murid berprestasi yang selama ini mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari lembaga pendidikan NU Jawa Tengah.</p>
<p>Persiapan dilakukan sebelum para peserta diberangkatkan. Salah satu tahapan yang dijalani adalah Karantina Bahasa Mandarin.</p>
<p>&ldquo;Program pendampingan di PWNU Jateng dirancang untuk membekali peserta dengan kecakapan berbahasa Mandarin, kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat, serta kesiapan akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok,&rdquo; ungkap Fakhruddin.</p>
<p>Pembekalan bahasa menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut karena peserta akan menjalani pendidikan di lingkungan dengan karakter bahasa dan budaya yang berbeda.</p>
<p>Namun, program ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan bahasa. Peserta juga dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan akademik serta lingkungan sosial yang baru.</p>
<p>Delapan kader yang diberangkatkan berasal dari sejumlah lembaga pendidikan NU di Jawa Tengah.</p>
<p>Suryono dari SMKS Ma'arif Karya Nugraha Boyolali akan menempuh Electrical Engineering and Automation di Guangxi University.</p>
<p>Afrizal Robifatih Zakhan dari MA Nahdlatul Ulama Lasem diterima di Dalian University of Technology dengan mengambil Urban and Rural Planning.</p>
<p>Amhar Abimanyu dari LP Ma'arif NU Klaten juga akan belajar di Dalian University of Technology pada bidang Art & Technology.</p>
<p>Akhmad Khafidz Al Mubarak dari MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kabupaten Kudus mengambil Computer Science and Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Dua kader lainnya melanjutkan pendidikan di Shandong University of Traditional Chinese Medicine. Annahdliyah dari SMA Ma'arif NU 1 Kemranjen mengambil Food Hygiene Quality, sedangkan Putri Chanda Cantika dari LP Ma'arif NU Kebumen mengambil Clinical Medicine.</p>
<p>Sementara Danisy Ahza dan Lucky Lituhayu Al Fahrisi dari LP Ma'arif NU Kudus akan menempuh International Economics and Trade di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power.</p>
<p>Pilihan bidang studi tersebut cukup beragam. Teknologi, teknik, kesehatan, perencanaan, seni hingga ekonomi internasional menjadi disiplin ilmu yang akan dipelajari para kader.</p>
<p>Keragaman tersebut menjadi peluang bagi NU Jawa Tengah untuk memiliki kader dengan latar belakang kompetensi yang lebih luas.</p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan, para kader diharapkan tidak hanya membawa pulang ijazah. Mereka juga diharapkan membawa pengalaman, jaringan dan perspektif baru yang dapat digunakan untuk mengembangkan pendidikan dan pelayanan masyarakat.</p>
<p>Program pendidikan internasional juga membuka peluang lahirnya jejaring baru antara lembaga pendidikan NU dengan institusi pendidikan di luar negeri.</p>
<p>Bagi LP Ma'arif NU Jawa Tengah, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas cakrawala pendidikan bagi kader dan peserta didik NU.</p>
<p>Gus Rozin sejak awal kepemimpinannya di PWNU Jawa Tengah menekankan pentingnya pengembangan SDM secara serius dan strategis.</p>
<p>Pendidikan ditempatkan sebagai instrumen untuk mempersiapkan generasi NU agar tidak tertinggal dalam perkembangan global.</p>
<p>Karena itu, keberangkatan delapan kader ke Tiongkok bukan sekadar agenda pelepasan mahasiswa. Program tersebut menjadi bagian dari strategi membangun generasi yang memiliki kompetensi akademik sekaligus pengalaman internasional.</p>
<p>Para kader tersebut akan membawa identitas masing-masing sebagai lulusan lembaga pendidikan NU Jawa Tengah ketika menjalani studi di Tiongkok.</p>
<p>Mereka juga diharapkan mampu menunjukkan bahwa kader NU dapat beradaptasi di lingkungan global tanpa meninggalkan nilai dan identitas yang selama ini menjadi bagian dari proses pendidikan mereka.</p>
<p>Ke depan, pengalaman mereka di Tiongkok diharapkan dapat menjadi modal untuk memperkuat jejaring pendidikan NU serta membuka peluang bagi lebih banyak kader muda mendapatkan kesempatan serupa.</p>
<p>Dengan mengirim delapan kader ke perguruan tinggi di Tiongkok, PWNU Jawa Tengah menunjukkan bahwa penguatan kaderisasi dapat diarahkan hingga tingkat internasional.</p>
<p>Pesan Gus Rozin agar kader NU &ldquo;mendunia&rdquo; pun diterjemahkan melalui langkah konkret: membuka akses pendidikan global, menyiapkan kompetensi bahasa, memperluas pengalaman akademik dan mendorong kader muda Nahdliyin berani bersaing di tingkat internasional.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin6.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[8 Kader NU Jateng Diberangkatkan Kuliah ke Tiongkok. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[PWNU Jateng Kirim 8 Kader Kuliah ke Tiongkok, Program Dimulai dari Karantina Mandarin]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3936-pwnu-jateng-kirim-8-kader-kuliah-ke-tiongkok-program-dimulai-dari-karantina-mandarin</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3936-pwnu-jateng-kirim-8-kader-kuliah-ke-tiongkok-program-dimulai-dari-karantina-mandarin</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 08:56:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Delapan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok melalui program beasiswa]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATIM MEMANGGIL</strong> - Delapan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok melalui program beasiswa yang dikembangkan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah.</span></p>
<p>Kedelapan kader tersebut dilepas secara resmi di Kantor PWNU Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026). Mereka sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi, pembinaan dan pendampingan sebelum dinyatakan diterima di perguruan tinggi di Tiongkok.</p>
<p>Program ini menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas internasional pendidikan NU Jawa Tengah di bawah kepemimpinan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.</p>
<p>Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan, penerima beasiswa merupakan murid berprestasi yang berasal dari lembaga pendidikan di bawah binaan dan pendampingan LP Ma'arif NU Jawa Tengah.</p>
<p>Menurut dia, peserta tidak langsung diberangkatkan setelah mendapatkan kesempatan kuliah. Mereka terlebih dahulu dipersiapkan melalui program Karantina Bahasa Mandarin.</p>
<p>&ldquo;Program pendampingan di PWNU Jateng dirancang untuk membekali peserta dengan kecakapan berbahasa Mandarin, kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat, serta kesiapan akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok,&rdquo; kata Fakhruddin, ditulis Selasa (25/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Karantina tersebut menjadi bagian penting karena para peserta akan memasuki lingkungan pendidikan dengan bahasa dan budaya yang berbeda.</p>
<p>Dengan pembekalan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu menjalani kehidupan sehari-hari di negara tujuan.</p>
<p>Gus Rozin menempatkan program pendidikan internasional sebagai salah satu bagian dari agenda penguatan sumber daya manusia NU Jawa Tengah.</p>
<p>Menurut dia, kader muda NU harus memiliki keberanian untuk keluar dari lingkungan lokal dan membangun pengalaman di tingkat internasional.</p>
<p>&ldquo;Kader NU harus mendunia,&rdquo; pesan Gus Rozin.</p>
<p>Bagi Gus Rozin, kualitas kader menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemampuan NU menghadapi perubahan global.</p>
<p>Perkembangan teknologi, ekonomi dan pendidikan berlangsung cepat. Karena itu, kader NU perlu memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka beradaptasi sekaligus berkontribusi dalam perubahan tersebut.</p>
<p>Kesempatan belajar di luar negeri dinilai dapat membuka cakrawala para kader. Mereka akan bertemu dengan sistem pendidikan berbeda, lingkungan akademik internasional dan mahasiswa dari berbagai latar belakang.</p>
<p>Delapan penerima beasiswa tersebut juga tidak mengambil bidang studi yang sama.</p>
<p>Suryono dari SMKS Ma'arif Karya Nugraha Boyolali diterima di Guangxi University untuk bidang Electrical Engineering and Automation.</p>
<p>Afrizal Robifatih Zakhan dari MA Nahdlatul Ulama Lasem melanjutkan pendidikan di Dalian University of Technology pada bidang Urban and Rural Planning.</p>
<p>Amhar Abimanyu dari LP Ma'arif NU Klaten mengambil Art & Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Akhmad Khafidz Al Mubarak dari MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kabupaten Kudus menempuh Computer Science and Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Annahdliyah dari SMA Ma'arif NU 1 Kemranjen diterima di Shandong University of Traditional Chinese Medicine untuk bidang Food Hygiene Quality.</p>
<p>Putri Chanda Cantika dari LP Ma'arif NU Kebumen mengambil Clinical Medicine di Shandong University of Traditional Chinese Medicine.</p>
<p>Sementara Danisy Ahza dan Lucky Lituhayu Al Fahrisi dari LP Ma'arif NU Kudus diterima di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power dengan bidang studi International Economics and Trade.</p>
<p>Ragam bidang tersebut menunjukkan orientasi program yang tidak hanya diarahkan pada satu disiplin keilmuan.</p>
<p>Ada kader yang mendalami teknologi dan teknik, ada yang mengambil bidang kesehatan, perencanaan wilayah, seni dan teknologi, ilmu komputer hingga ekonomi internasional.</p>
<p>PWNU Jawa Tengah berharap keberagaman bidang keilmuan tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas kapasitas kader NU di masa mendatang.</p>
<p>Program pendidikan internasional juga dinilai memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar memperoleh gelar akademik.</p>
<p>Kader yang belajar di luar negeri memiliki peluang membangun jaringan internasional. Pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama pendidikan dan membuka akses baru bagi generasi NU berikutnya.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, LP Ma'arif NU Jawa Tengah tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pintu bagi kader untuk mendapatkan pengalaman global.</p>
<p>Pengembangan program tersebut menjadi bagian dari agenda yang sejak awal ditekankan Gus Rozin dalam kepemimpinannya di PWNU Jawa Tengah.</p>
<p>Ia mendorong agar pendidikan NU tidak berhenti pada peningkatan akses di dalam negeri, tetapi juga memberikan ruang bagi kader untuk memasuki institusi pendidikan internasional.</p>
<p>Delapan kader yang dilepas pada Senin tersebut kini menjadi bagian dari generasi muda NU Jawa Tengah yang akan menempuh pendidikan di Tiongkok.</p>
<p>Mereka diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik, membangun jejaring dan membawa pulang pengetahuan serta pengalaman yang dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Program tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kaderisasi NU tidak hanya berbicara mengenai penguatan organisasi, tetapi juga investasi terhadap kualitas manusia yang akan menjadi penggerak NU pada masa mendatang.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin6.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[8 Kader NU Jawa Tengah Kuliah ke Tiongkok. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[8 Kader NU Jateng Kuliah di Tiongkok, Gus Rozin Dorong Kader NU Berkiprah di Dunia]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3935-8-kader-nu-jateng-kuliah-di-tiongkok-gus-rozin-dorong-kader-nu-berkiprah-di-dunia</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3935-8-kader-nu-jateng-kuliah-di-tiongkok-gus-rozin-dorong-kader-nu-berkiprah-di-dunia</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 08:53:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu agenda yang ditekankan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin selama memimpin Pengurus]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATIM MEMANGGIL</strong> - Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu agenda yang ditekankan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin selama memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Salah satu bentuk konkretnya ditunjukkan melalui keberangkatan delapan kader muda NU Jawa Tengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok.</span></p>
<p>Delapan kader tersebut dilepas dalam acara yang berlangsung di Kantor PWNU Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026). Mereka merupakan penerima beasiswa yang sebelumnya mengikuti proses pendampingan dan pembinaan melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah.</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan global bagi kader muda Nahdliyin. Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan kuliah di luar negeri, tetapi juga dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik dan budaya di negara tujuan.</p>
<p>Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan, para penerima beasiswa merupakan murid berprestasi yang berada di bawah binaan dan pendampingan LP Ma'arif NU Jawa Tengah.</p>
<p>Sebelum diterima di perguruan tinggi di Tiongkok, para peserta terlebih dahulu mengikuti program Karantina Bahasa Mandarin yang disiapkan secara intensif.</p>
<p>&ldquo;Program pendampingan di PWNU Jateng dirancang untuk membekali peserta dengan kecakapan berbahasa Mandarin, kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat, serta kesiapan akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok,&rdquo; ungkap Fakhruddin, ditulis Selasa (25/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Program tersebut memperlihatkan bahwa pengiriman kader ke luar negeri tidak berhenti pada pemberian akses beasiswa. Persiapan juga dilakukan agar peserta memiliki kemampuan yang dibutuhkan ketika memasuki lingkungan pendidikan internasional.</p>
<p>Gus Rozin menilai pendidikan harus menjadi salah satu instrumen utama dalam membangun kualitas kader NU. Menurutnya, kader muda Nahdliyin harus memiliki kemampuan yang tidak hanya relevan untuk kebutuhan organisasi dan masyarakat di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.</p>
<p>&ldquo;Kader NU harus mendunia,&rdquo; menjadi salah satu pesan yang ditekankan Gus Rozin dalam agenda pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Menurut dia, kaderisasi NU harus mampu menjawab perubahan dunia yang semakin terbuka. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa asing dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat internasional menjadi bagian penting yang perlu disiapkan sejak dini.</p>
<p>Pengiriman delapan kader ke Tiongkok juga membuka peluang bagi NU Jawa Tengah untuk memperluas jejaring pendidikan internasional.</p>
<p>Para penerima beasiswa tersebut menempuh bidang studi yang beragam. Pilihan program pendidikan mereka mencakup teknik, perencanaan wilayah dan kota, teknologi, ilmu komputer, kedokteran, kesehatan pangan serta ekonomi internasional.</p>
<p>Delapan kader yang diberangkatkan adalah Suryono dari SMKS Ma'arif Karya Nugraha Boyolali yang melanjutkan pendidikan di Guangxi University pada bidang Electrical Engineering and Automation.</p>
<p>Kemudian Afrizal Robifatih Zakhan dari MA Nahdlatul Ulama Lasem yang diterima di Dalian University of Technology untuk bidang Urban and Rural Planning.</p>
<p>Selanjutnya Amhar Abimanyu dari LP Ma'arif NU Klaten yang menempuh Art & Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Akhmad Khafidz Al Mubarak dari MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kabupaten Kudus juga melanjutkan pendidikan di Dalian University of Technology pada bidang Computer Science and Technology.</p>
<p>Kader berikutnya, Annahdliyah dari SMA Ma'arif NU 1 Kemranjen, diterima di Shandong University of Traditional Chinese Medicine untuk bidang Food Hygiene Quality.</p>
<p>Putri Chanda Cantika dari LP Ma'arif NU Kebumen menempuh Clinical Medicine di universitas yang sama.</p>
<p>Sementara Danisy Ahza dan Lucky Lituhayu Al Fahrisi dari lingkungan LP Ma'arif NU Kudus melanjutkan pendidikan di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power. Keduanya mengambil International Economics and Trade.</p>
<p>Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, kedelapan kader tersebut diharapkan dapat membawa pengalaman akademik dan pengetahuan baru ketika kembali ke Indonesia.</p>
<p>Bagi PWNU Jawa Tengah, keberangkatan mereka sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan kader.</p>
<p>Program tersebut merupakan bagian dari prioritas penguatan kapasitas internasional LP Ma'arif NU Jawa Tengah yang dikembangkan sejak awal kepemimpinan Gus Rozin di PWNU Jawa Tengah.</p>
<p>Penguatan SDM ditempatkan bukan sekadar sebagai program pendidikan, tetapi sebagai bagian dari strategi membangun kader NU yang memiliki kapasitas global.</p>
<p>Kader yang memiliki pengalaman belajar di luar negeri diharapkan dapat menjadi jembatan antara NU dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan jaringan pendidikan internasional.</p>
<p>Selain memperoleh kompetensi akademik, para mahasiswa juga akan berhadapan langsung dengan lingkungan multikultural. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kemampuan mereka dalam memahami perbedaan budaya dan membangun jejaring lintas negara.</p>
<p>Bagi Gus Rozin, investasi pendidikan seperti itu penting untuk mempersiapkan NU menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>Pengiriman kader ke Tiongkok juga menunjukkan bahwa lembaga pendidikan NU dapat membuka jalan bagi peserta didik untuk mengakses pendidikan internasional.</p>
<p>PWNU Jawa Tengah melalui LP Ma'arif NU berupaya membangun pola pendampingan dari tahap persiapan hingga keberangkatan.</p>
<p>Dengan delapan kader yang berangkat pada 2026, program tersebut menjadi salah satu contoh konkret agenda penguatan SDM yang dibawa dalam kepemimpinan Gus Rozin.</p>
<p>Mereka kini membawa nama lembaga pendidikan masing-masing sekaligus membawa pengalaman sebagai kader muda NU Jawa Tengah ke lingkungan akademik internasional.</p>
<p>Harapannya, pendidikan global tersebut tidak berhenti pada pencapaian individu, tetapi dapat menjadi modal untuk memperkuat masyarakat, pendidikan dan Nahdlatul Ulama ketika para kader kembali mengabdikan keilmuannya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin6.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Pelepasan Kader NU Jateng Kuliah di Tiongkok. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Dari Bangkalan, Gus Rozin Terima Sorban Syaikhona Kholil Jelang Muktamar NU]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3934-dari-bangkalan-gus-rozin-terima-sorban-syaikhona-kholil-jelang-muktamar-nu</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3934-dari-bangkalan-gus-rozin-terima-sorban-syaikhona-kholil-jelang-muktamar-nu</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 08:49:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Rangkaian silaturahmi KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama berlanjut di Bangkalan, Madura. Pada]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATIM MEMANGGIL -</strong> Rangkaian silaturahmi KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama berlanjut di Bangkalan, Madura. Pada Ahad (23/8/2026), Gus Rozin sowan kepada KH Muhammad Faishol Anwar, salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil Bangkalan.</span></p>
<p>Pertemuan tersebut berlangsung setelah Gus Rozin berdialog dengan jajaran pengurus NU se-Madura. Dalam kesempatan itu, KH Faishol yang juga Rais Syuriyah PCNU Bangkalan mengalungkan sorban hijau bercorak keemasan kepada Gus Rozin.</p>
<p>Sorban tersebut menjadi bagian paling menonjol dalam pertemuan yang berlangsung tanpa seremoni panjang.</p>
<p>Saat KH Faishol mengalungkan sorban, Gus Rozin menundukkan kepala. Prosesi berlangsung singkat.</p>
<p>&ldquo;Nggih, nggih. Bismillah... Alhamdulillah,&rdquo; ucap KH Faishol.</p>
<p>KH Faishol merupakan cicit Syaikhona Kholil Bangkalan dan pengasuh Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah. Ia juga dikenal sebagai salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil.</p>
<p>Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab. Sebelum pengalungan sorban, Gus Rozin duduk bersila di atas karpet menghadap KH Faishol. Beberapa orang berada di sekitar keduanya.</p>
<p>Tidak ada pidato maupun agenda formal. Percakapan berlangsung dari jarak dekat hingga kemudian Gus Rozin diajak masuk ke ruangan yang menyimpan sejumlah benda lama.</p>
<p>Di ruangan tersebut terdapat sebuah peti kayu tua yang bentuknya menyerupai koper zaman dahulu.</p>
<p>KH Faishol menunjuk benda tersebut sembari menjelaskan bahwa koper itu merupakan benda lama.</p>
<p>&ldquo;Koper... koper biyen niki,&rdquo; kata KH Faishol.</p>
<p>Pada bagian luar koper terdapat tulisan yang kemudian diperhatikan oleh orang-orang yang hadir.</p>
<p>&ldquo;Ada tulisan &lsquo;KH. Khalil&rsquo;,&rdquo; ujar salah seorang yang hadir.</p>
<p>&ldquo;Nggih, K.H. Khalil,&rdquo; jawab KH Faishol.</p>
<p>Pembicaraan kemudian berkembang mengenai kemungkinan kaitan koper tersebut dengan perjalanan Syaikhona Kholil ke Makkah pada masa lalu.</p>
<p>Namun, KH Faishol tidak menyebutkan tahun pasti penggunaan koper tersebut.</p>
<p>&ldquo;Waktu teng Makkah tahun pinten kirang-kirang... mboten wonten keterangan,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Gus Rozin tampak lebih banyak menyimak. Ia memperhatikan benda tersebut sambil mendengarkan penjelasan dari KH Faishol.</p>
<p>Suasana sederhana itu menjadi bagian penting dari perjalanan silaturahmi Gus Rozin di Madura.</p>
<p>Nama Syaikhona Kholil sendiri memiliki tempat penting dalam sejarah jaringan keulamaan Nusantara. Ulama asal Bangkalan tersebut dikenal sebagai salah satu tokoh besar dalam tradisi pesantren dan mata rantai keilmuan ulama Nusantara.</p>
<p>Jejak keilmuan Syaikhona Kholil juga memiliki hubungan erat dengan sejarah lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama. Karena itu, pertemuan dengan keturunan dan keluarga Syaikhona Kholil membawa konteks sejarah yang kuat, terutama ketika dilakukan menjelang forum tertinggi organisasi.</p>
<p>Bagi Gus Rozin, silaturahmi kepada para ulama dan sesepuh menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar menjelang Muktamar ke-35 NU.</p>
<p>Sebelumnya, Gus Rozin bertemu dengan pengurus NU se-Madura di Bangkalan. Forum tersebut menjadi ruang untuk berdialog mengenai kondisi organisasi serta mendengarkan pandangan mengenai masa depan Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Setelah agenda bersama jajaran NU tersebut selesai, Gus Rozin melanjutkan sowan kepada KH Faishol.</p>
<p>Pengalungan sorban berlangsung dalam rangkaian pertemuan tersebut. Setelahnya, Gus Rozin diajak melihat benda lama yang tersimpan di lingkungan keluarga Syaikhona Kholil.</p>
<p>Momen tersebut memperlihatkan dua sisi dari perjalanan Gus Rozin di Bangkalan. Di satu sisi, ia berdialog dengan struktur organisasi NU mengenai masa depan jam'iyyah. Di sisi lain, ia sowan kepada sesepuh keluarga ulama yang memiliki akar sejarah kuat dalam tradisi pesantren dan NU.</p>
<p>Rangkaian tersebut berlangsung beberapa hari sebelum Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.</p>
<p>Dalam suasana menuju muktamar, pertemuan Gus Rozin dengan KH Faishol berlangsung tanpa panggung dan tanpa pidato politik organisasi. Yang terlihat justru percakapan sederhana, penghormatan kepada sesepuh, pengalungan sorban dan cerita mengenai benda lama yang masih dirawat keluarga.</p>
<p>Sorban yang dikalungkan KH Faishol kemudian menjadi simbol dari pertemuan tersebut.</p>
<p>Sementara koper tua bertuliskan &ldquo;KH. Khalil&rdquo; menjadi pengingat bahwa di balik dinamika organisasi menjelang muktamar, terdapat mata rantai sejarah panjang pesantren dan keulamaan yang terus menjadi bagian dari perjalanan Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Dari Bangkalan, Gus Rozin melanjutkan rangkaian silaturahmi menjelang Muktamar ke-35. Sowan kepada sesepuh Bani Syaikhona Kholil menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin4.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[KH Muhammad Faishol Anwar, salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil Bangkalan memberikan sorban Gus Rozin. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Politik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Sowan ke Cicit Syaikhona Kholil, Gus Rozin Dikalungi Sorban dan Diajak Melihat Koper Tua]]></title>
                    <link>https://jatim.memanggil.co/news-3933-sowan-ke-cicit-syaikhona-kholil-gus-rozin-dikalungi-sorban-dan-diajak-melihat-koper-tua</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatim.memanggil.co/news-3933-sowan-ke-cicit-syaikhona-kholil-gus-rozin-dikalungi-sorban-dan-diajak-melihat-koper-tua</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 08:46:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIM MEMANGGIL - Silaturahmi KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin ke Bangkalan, Madura, Ahad (23/8/2026), berlangsung dalam suasana sederhana. Namun,]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATIM MEMANGGIL -</strong> Silaturahmi KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin ke Bangkalan, Madura, Ahad (23/8/2026), berlangsung dalam suasana sederhana. Namun, pertemuan tersebut menyimpan sejumlah momen simbolik ketika Gus Rozin sowan kepada KH Muhammad Faishol Anwar, cicit Syaikhona Kholil Bangkalan.</span></p>
<p>KH Faishol yang merupakan salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil sekaligus Rais Syuriyah PCNU Bangkalan mengalungkan sebuah sorban hijau bercorak keemasan kepada Gus Rozin.</p>
<p>Prosesi itu berlangsung di sela-sela pertemuan setelah Gus Rozin mengikuti dialog dengan jajaran NU se-Madura.</p>
<p>Gus Rozin menundukkan kepala ketika KH Faishol mengangkat sorban dan mengalungkannya ke pundaknya.</p>
<p>&ldquo;Nggih, nggih. Bismillah... Alhamdulillah,&rdquo; ucap KH Faishol.</p>
<p>Tidak ada rangkaian seremoni yang panjang. Pengalungan sorban berlangsung singkat sebelum keduanya melanjutkan pertemuan dengan suasana yang tetap cair.</p>
<p>Sebelumnya, Gus Rozin duduk bersila di atas karpet. Di hadapannya, KH Faishol duduk di sofa. Sebuah meja kecil berada di antara keduanya. Beberapa orang mendampingi dari jarak dekat.</p>
<p>Pertemuan kemudian bergeser ke ruangan lain yang menyimpan sejumlah benda lama di lingkungan keluarga Syaikhona Kholil.</p>
<p>Salah satu benda yang diperlihatkan kepada Gus Rozin adalah sebuah koper atau peti kayu tua yang bentuknya menyerupai koper zaman dahulu.</p>
<p>KH Faishol menunjuk bagian-bagian koper tersebut sembari menjelaskan sejarah benda yang masih tersimpan di lingkungan keluarga.</p>
<p>&ldquo;Koper... koper biyen niki,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Tulisan yang terdapat pada bagian luar koper kemudian menjadi perhatian.</p>
<p>&ldquo;Ada tulisan &lsquo;KH. Khalil&rsquo;,&rdquo; ujar salah seorang yang hadir.</p>
<p>&ldquo;Nggih, K.H. Khalil,&rdquo; jawab KH Faishol.</p>
<p>Percakapan selanjutnya menyentuh perjalanan ke Makkah pada masa lalu. Koper tersebut disebut berkaitan dengan perjalanan ke Tanah Suci, meski tidak terdapat keterangan yang memastikan kapan tepatnya benda tersebut digunakan.</p>
<p>&ldquo;Waktu teng Makkah tahun pinten kirang-kirang... mboten wonten keterangan,&rdquo; kata KH Faishol.</p>
<p>Gus Rozin memilih lebih banyak mendengarkan. Ia melihat benda tersebut dari dekat sembari menyimak cerita KH Faishol.</p>
<p>Suasana pertemuan tidak seperti forum resmi. Tidak ada pidato atau sambutan panjang. Percakapan berjalan secara informal, mulai dari cerita mengenai benda lama hingga sejarah keluarga Syaikhona Kholil.</p>
<p>Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian sowan Gus Rozin kepada para ulama dan sesepuh NU menjelang Muktamar ke-35.</p>
<p>Syaikhona Kholil Bangkalan sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah keulamaan Nusantara. Nama ulama tersebut sangat erat dengan perkembangan jaringan keilmuan pesantren dan ulama yang kemudian menjadi bagian dari sejarah Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Karena itu, pertemuan dengan keluarga dan keturunan Syaikhona Kholil memiliki makna tersendiri dalam rangkaian silaturahmi Gus Rozin.</p>
<p>Apalagi pertemuan tersebut berlangsung di Bangkalan, wilayah yang menjadi salah satu pusat penting dalam sejarah keulamaan Madura.</p>
<p>Sebelum sowan kepada KH Faishol, Gus Rozin mengikuti pertemuan dengan jajaran PCNU se-Madura. Dalam forum tersebut, ia berdialog mengenai berbagai persoalan NU sekaligus mendengarkan pandangan mengenai arah organisasi ke depan.</p>
<p>Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kepada KH Faishol.</p>
<p>Pengalungan sorban berlangsung setelah Gus Rozin berada di lingkungan keluarga Syaikhona Kholil. Sorban tersebut menjadi simbol yang paling terlihat dari pertemuan tersebut.</p>
<p>Namun, momen yang terjadi setelahnya juga tidak kalah menarik. Gus Rozin diajak melihat benda lama yang masih disimpan keluarga, kemudian mendengarkan cerita mengenai perjalanan benda tersebut.</p>
<p>Dari sorban hingga koper tua, pertemuan itu memperlihatkan bagaimana silaturahmi berlangsung melalui percakapan sederhana dan penghormatan terhadap sejarah.</p>
<p>Bagi Gus Rozin, sowan tersebut menjadi bagian dari perjalanan menjelang Muktamar ke-35 NU. Setelah menemui struktur NU di Madura, ia menyempatkan diri bertemu dengan sesepuh Bani Syaikhona Kholil.</p>
<p>Rangkaian itu memperlihatkan pola silaturahmi yang tidak hanya berorientasi pada forum organisasi, tetapi juga menyentuh hubungan dengan ulama dan keluarga pesantren yang memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi NU.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatim.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin5.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Gus Rozin diajak melihat koper tua oleh Cicit Syaikhona Kholil. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Politik]]></category></item></channel></rss>