Warga SH Terate Tuban Dikeroyok Massa Tak Dikenal, Polresta Tuban Didesak Usut Tuntas.

Reporter : Akhmad Arief Wibowo
Tangkan CCTV di lokasi kejadian

JATIM MEMANGGIL - Aksi kekerasan jalanan terjadi di Kabupaten Tuban. Sejumlah warga Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) di Kabupaten Tuban dikeroyok puluhan massa tak dikenal usai mengikuti krgiatan tasyakuran warga baru tahun 2026. Sedikitnya 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka, beberapa di antaranya merupakan anak di bawah umur. 

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (20/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Penyerangan dilakukan di 4 lokasi yang berbeda, yaitu di dusun Pangkalan Kecamatan Merakurak, Perempatan Bongkol Desa Sumurgunh Kecamatan Merakurak, Dusun Lengki Kecamatan Montong, dan Perbatasan Desa Tlogonongko Kecamatan Grabagan.

Baca juga: Ribuan Calon Warga Ikuti Pembinaan Terpusat SH Terate Cabang Tuban

Akibat pengeroyokan tersebut, para korban disebut mengalami luka di bagian wajah, kaki, dan sejumlah bagian tubuh lainnya. hingga harus menjalani pemeriksaan medis. 4 diantaranya harus menjalani pemeriksaan medis. 

Ketua Paralegal Ranting Merakurak LHA SH Terate Cabang Tuban, Nuril Mahmuda, SH, mengatakan, insiden bermula saat para korban pulang secara berombongan setelah mengikuti kegiatan tasyakuran.

"Para korban dalam perjalanan pulang menuju rumah masing-masing. Di sekitar Kantor MWC NU Merakurak, mereka diduga dikejar oleh puluhan orang yang identitasnya belum diketahui," kata Nuril dalam laporan pendampingan hukum yang diterima, Minggu (20/7/2026).

Menurutnya, rombongan korban sempat berupaya menyelamatkan diri. Namun, setibanya di depan sebuah warung di Dusun Pangkalan, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, mereka diduga menjadi sasaran pengeroyokan.

Baca juga: PT. SIG Pabrik Tuban Salurkan Bantuan Sumur Bor Kepada Kelompok Tani Hutan Desa Tegalrejo

LHA SH Terate menyebut, jumlah orang yang diduga melakukan penyerangan mencapai sekitar 50 orang. Hingga kini, identitas para terduga pelaku masih dalam proses penelusuran aparat penegak hukum.

Sebagian korban diketahui masih berstatus pelajar dan anak di bawah umur. Untuk melindungi privasi, identitas korban tidak dipublikasikan. Dari delapan korban yang dilaporkan, tim kuasa hukum saat ini telah menerima surat kuasa dari enam korban dan keluarganya.

Pasca kejadian, tim kuasa hukum langsung melakukan pendataan, mendokumentasikan luka para korban, mengarahkan pemeriksaan medis dan visum, serta mendampingi pembuatan laporan polisi. Selain itu, sejumlah barang bukti berupa foto, video, rekaman CCTV, dan keterangan saksi juga telah dikumpulkan.

Baca juga: Bangunan Pasar Rakyat Mangkrak Bertahun-tahun Bikin DPRD Tuban Geram

"Kami akan terus mengawal proses hukum agar berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujar Nuril.

Kasus ini pun memantik perhatian publik mengingat terjadi setelah sebuah kegiatan organisasi yang diikuti banyak peserta. Tim kuasa hukum mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dan memastikan perlindungan terhadap para korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan maupun motif di balik dugaan pengeroyokan tersebut. Aparat masih diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini dengan tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak yang disebut dalam perkara. (awb)

Editor : Akhmad Arief Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru