JATIM MEMANGGIL - Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus dikebut menjelang pelaksanaan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Salah satu tahapan yang kini hampir selesai adalah penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) peserta muktamar yang telah mencapai 95 persen.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan proses pemutakhiran data peserta masih berlangsung. Panitia menargetkan DPT dapat segera ditetapkan sehingga seluruh peserta memiliki kepastian administratif sebelum memasuki forum muktamar.
“Sudah 95 persen,” kata Mohammad Nuh terkait perkembangan penyusunan DPT, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, bagian yang belum selesai tinggal sekitar lima persen. Panitia pun optimistis daftar peserta resmi dapat diterbitkan dalam waktu dekat.
“Insyaallah tinggal sedikit,” ujarnya. “Mudah-mudahan Sabtu atau Minggu.”
Penyelesaian DPT menjadi salah satu pekerjaan penting dalam persiapan Muktamar NU ke-35. Sebab, daftar tersebut menjadi dasar untuk memastikan struktur organisasi yang berhak hadir dan mengikuti proses permusyawaratan telah tercatat secara resmi.
Muktamar NU bukan sekadar agenda pertemuan yang mempertemukan pengurus dari berbagai daerah. Forum tersebut memiliki mekanisme organisasi yang harus dijalankan secara tertib, termasuk berkaitan dengan kepesertaan dan proses pengambilan keputusan.
Karena itu, panitia tidak ingin terburu-buru menetapkan daftar peserta sebelum seluruh data diverifikasi. Ketelitian menjadi penting agar tidak muncul persoalan administrasi ketika seluruh peserta sudah berkumpul di Tambakberas.
Data yang sedang dimatangkan mencakup kepengurusan NU dari berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan keterangan panitia, terdapat 28 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan 548 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang menjadi bagian dari pendataan peserta.
Jumlah tersebut menggambarkan besarnya cakupan Muktamar NU ke-35. Panitia harus mengonsolidasikan data dari ratusan struktur organisasi sebelum daftar peserta tersebut benar-benar dinyatakan final.
“DPT ini terus kita finalisasi,” kata Mohammad Nuh.
Selain memastikan data peserta, panitia juga menyiapkan kebutuhan administrasi yang berkaitan dengan kehadiran peserta. Undangan mulai disampaikan secara digital agar informasi mengenai muktamar dapat diterima lebih cepat oleh struktur NU di berbagai daerah.
Namun, panitia tetap menyediakan dokumen dalam bentuk fisik. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi peserta yang membutuhkan dokumen cetak.
“Kami siapkan digital file,” ujar Nuh.
“Hardcopy juga ada,” lanjutnya.
Penyediaan dua bentuk dokumen tersebut menjadi bagian dari strategi panitia menyesuaikan kebutuhan peserta. Apalagi peserta Muktamar NU datang dari berbagai daerah dengan latar belakang dan kebiasaan penggunaan teknologi yang tidak sama.
Di luar persoalan DPT, berbagai persiapan lain juga terus dikerjakan secara bersamaan. Panitia harus memastikan venue, ruang persidangan, registrasi, akomodasi, hingga kebutuhan pendukung lainnya siap digunakan ketika peserta mulai berdatangan.
Waktu yang tersedia semakin terbatas karena Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Artinya, panitia hanya memiliki beberapa hari untuk menuntaskan seluruh pekerjaan yang masih tersisa.
Kondisi tersebut membuat penyelesaian DPT menjadi salah satu target yang harus segera dicapai. Setelah daftar peserta resmi ditetapkan, panitia dapat lebih leluasa memusatkan perhatian pada aspek teknis pelaksanaan muktamar.
Mohammad Nuh menyebut persidangan-persidangan yang menjadi bagian dari agenda muktamar juga telah dipersiapkan. Dengan demikian, pekerjaan panitia saat ini tidak hanya berfokus pada administrasi peserta, tetapi juga memastikan substansi forum siap dijalankan.
“Persidangan juga sudah disiapkan,” katanya.
Muktamar ke-35 NU akan menjadi forum penting bagi perjalanan organisasi. Selain membahas agenda dan arah organisasi, muktamar juga akan menjadi momentum penentuan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode berikutnya.
Karena itu, kepastian mengenai peserta memiliki arti strategis. Setiap struktur yang masuk dalam daftar kepesertaan harus mendapatkan kejelasan mengenai statusnya sebelum proses persidangan berlangsung.
Di tengah dinamika menuju muktamar, persoalan data juga menjadi perhatian tersendiri. Panitia perlu memastikan daftar yang ditetapkan benar-benar mencerminkan struktur NU yang memenuhi ketentuan kepesertaan.
Dengan capaian 95 persen, sebagian besar pekerjaan tersebut sebenarnya telah terselesaikan. Tinggal memastikan lima persen terakhir dapat diverifikasi dan dimasukkan ke dalam daftar final tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Targetnya akhir pekan,” kata Nuh.
Target tersebut membuat Sabtu dan Minggu menjadi waktu penting bagi panitia. Jika DPT dapat diterbitkan sesuai rencana, peserta akan memiliki kepastian lebih awal sebelum memasuki rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35.
Di lapangan, persiapan penyelenggaraan juga terus terlihat di kawasan Tambakberas. Sejumlah kebutuhan pendukung disiapkan untuk menyambut kedatangan peserta, pengurus, ulama, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Masyarakat sekitar turut mengambil bagian dalam persiapan tersebut. Dukungan warga menjadi salah satu bagian dari suasana gotong royong yang mengiringi pelaksanaan agenda besar Nahdlatul Ulama di Jombang.
Besarnya dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Muktamar NU memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar forum organisasi. Kedatangan peserta dari berbagai daerah juga menggerakkan aktivitas masyarakat sekitar lokasi pelaksanaan.
Namun, bagi panitia, prioritas utama saat ini tetap memastikan seluruh kebutuhan muktamar selesai tepat waktu. Administrasi peserta menjadi salah satu bagian yang harus benar-benar beres sebelum forum memasuki tahap pelaksanaan.
DPT yang sudah mencapai 95 persen menjadi tanda bahwa pekerjaan tersebut telah memasuki garis akhir. Tinggal lima persen data yang harus dituntaskan sebelum daftar peserta resmi Muktamar NU ke-35 ditetapkan.
Setelah DPT final, peserta akan memiliki kepastian mengenai status kepesertaan masing-masing. Hal tersebut diharapkan membuat proses registrasi dan persidangan berjalan lebih tertib ketika muktamar resmi dimulai.
Muktamar NU ke-35 di Tambakberas akan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Seluruh persiapan kini bergerak menuju satu titik, yakni memastikan forum besar tersebut dapat berlangsung tertib sekaligus menghasilkan keputusan penting bagi perjalanan NU ke depan.
Dengan waktu yang tinggal hitungan hari, panitia berpacu menyelesaikan pekerjaan terakhir. Penyusunan DPT yang telah mencapai 95 persen menjadi salah satu pekerjaan besar yang hampir ditutup sebelum Muktamar NU ke-35 resmi dimulai.