JATIM MEMANGGIL - Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kepolisian siap memberikan pengamanan agar forum tertinggi organisasi NU tersebut berlangsung aman dan kondusif.

Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan setelah keputusan tersebut disahkan melalui rapat gabungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kapolri menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama karena Muktamar NU akan mempertemukan peserta dari berbagai daerah. Selain peserta resmi, tingginya perhatian warga Nahdliyin terhadap agenda tersebut juga berpotensi membuat kawasan Tambakberas dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya mengalami peningkatan aktivitas.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri telah menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama rangkaian muktamar berlangsung. Kesiapan tersebut mencakup pengamanan lokasi kegiatan, pengaturan lalu lintas, pengamanan peserta, hingga koordinasi dengan unsur terkait.

Pernyataan Kapolri tersebut menegaskan bahwa keamanan tidak hanya dipersiapkan ketika acara berlangsung. Berbagai langkah antisipasi dilakukan sejak sebelum kedatangan para muktamirin untuk memastikan rangkaian kegiatan dapat berjalan tanpa gangguan.

Pengamanan juga menjadi penting karena Muktamar NU merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi yang akan mempertemukan utusan NU dari berbagai penjuru Indonesia. Forum tersebut tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum menentukan arah perjalanan NU untuk lima tahun mendatang.

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah NU. Pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dan kini dipercaya menjadi tuan rumah salah satu agenda terbesar dalam kalender organisasi NU.

Besarnya skala kegiatan membuat pengamanan harus dilakukan secara terpadu. Polri tidak bekerja sendiri, melainkan membutuhkan koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, panitia muktamar, pengurus pesantren, serta unsur pengamanan internal yang berada di lingkungan NU.

Jajaran kepolisian di tingkat daerah juga telah melakukan berbagai persiapan. Polres Jombang sebelumnya menyampaikan rencana pengerahan sekitar 3.000 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Muktamar NU ke-35, yang melibatkan unsur TNI, Polri, Banser, dan Pagar Nusa.

Pengamanan dalam jumlah besar tersebut disiapkan untuk menghadapi potensi kepadatan di sekitar lokasi kegiatan. Selain memastikan keamanan peserta, aparat juga harus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari selama muktamar berlangsung.

Antisipasi terhadap kepadatan lalu lintas menjadi salah satu bagian penting dalam skenario pengamanan. Kedatangan muktamirin dari berbagai daerah diperkirakan meningkatkan volume kendaraan menuju kawasan Tambakberas, sehingga pengaturan arus lalu lintas dan titik parkir harus dipersiapkan secara matang.

Panitia lokal juga telah mempersiapkan sistem pengamanan internal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan ratusan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Pemasangan CCTV tersebut menjadi bagian dari sistem pengawasan untuk membantu memantau aktivitas di kawasan kegiatan. Dengan dukungan pengawasan berbasis teknologi, potensi gangguan dapat lebih cepat terdeteksi dan dikoordinasikan dengan petugas di lapangan.

Kesiapan keamanan tersebut berjalan beriringan dengan persiapan teknis lainnya. Panitia lokal sebelumnya menyebut sejumlah fasilitas untuk muktamirin terus dimatangkan, termasuk akomodasi, dapur umum, lokasi kegiatan, penunjuk arah, stan, hingga kebutuhan pelayanan peserta.

Muktamar ke-35 NU diperkirakan menjadi salah satu agenda dengan mobilitas warga yang cukup tinggi di Kabupaten Jombang. Selain peserta resmi, masyarakat dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah juga berpotensi datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan di sekitar lokasi muktamar.

Kondisi tersebut membuat konsep pengamanan tidak hanya diarahkan pada lokasi sidang atau arena utama. Kawasan pesantren, jalur kedatangan, area parkir, fasilitas umum, titik keramaian, serta akses menuju lokasi kegiatan juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.

Kapolri memastikan kesiapan jajaran kepolisian tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pihak yang terlibat. Dengan pengamanan yang terukur, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh agenda muktamar dengan nyaman dan fokus pada pembahasan organisasi.

Di sisi lain, keamanan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan Muktamar NU sebagai forum organisasi. Muktamar bukan sekadar kegiatan besar yang menghadirkan ribuan orang, tetapi forum yang akan menentukan berbagai keputusan strategis NU.

Dalam situs resmi Muktamar NU ke-35 disebutkan bahwa forum tersebut merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi. Muktamar menjadi ruang untuk menetapkan keputusan strategis, menentukan kepengurusan, memperkuat ukhuwah, serta merumuskan arah perjuangan NU untuk lima tahun mendatang.

Karena itu, suasana aman dan kondusif menjadi kebutuhan utama. Setiap pihak yang terlibat diharapkan dapat menjaga ketertiban dan mengikuti ketentuan yang telah disiapkan panitia maupun aparat keamanan.

Pemerintah daerah bersama panitia lokal juga terus membangun koordinasi agar pelaksanaan muktamar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Warga sekitar kawasan Tambakberas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran agenda tersebut karena selama beberapa hari wilayah mereka akan menjadi pusat perhatian nasional.

Dukungan masyarakat Jombang terhadap pelaksanaan muktamar juga terus berkembang. Berbagai unsur masyarakat, warga NU, pesantren, hingga pemerintah daerah telah menyatakan kesiapan untuk bergotong royong menyukseskan agenda tersebut.

Selain aspek keamanan, pelayanan terhadap peserta menjadi tantangan lain yang harus dipastikan berjalan. Akomodasi, konsumsi, kesehatan, transportasi, informasi, dan akses menuju lokasi harus mampu mengimbangi tingginya mobilitas selama lima hari pelaksanaan muktamar.

Koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadapi berbagai kebutuhan tersebut. Semakin besar jumlah peserta dan penggembira yang hadir, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem pelayanan yang terintegrasi.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Muktamar NU ke-35 di Tambakberas diarahkan menjadi agenda organisasi yang tidak hanya sukses dari sisi persidangan, tetapi juga aman dari sisi pelaksanaan. Kepastian keamanan dari Kapolri menjadi salah satu sinyal bahwa negara memberikan perhatian terhadap kelancaran forum besar tersebut.

Pada saat yang sama, pengamanan tidak dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak peserta maupun masyarakat. Aparat dituntut mampu menciptakan situasi yang aman sekaligus memberikan pelayanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Muktamar ke-35 NU akan menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi memasuki abad keduanya. Dengan peserta dari berbagai wilayah, dinamika pembahasan yang strategis, serta perhatian publik yang tinggi, keamanan dan ketertiban menjadi fondasi agar seluruh agenda dapat berjalan sesuai tujuan.

Kapolri memastikan Polri siap menjalankan tanggung jawab tersebut. Kini, kesiapan aparat keamanan, panitia, pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat menjadi satu kesatuan untuk memastikan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas Jombang berlangsung aman, tertib, lancar, dan bermartabat.